Gempur Kamboja, Thailand Tutup Pintu Negosiasi Tak Ada Gencatan Senjata

Anton Suhartono
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan Bangkok tak lagi mengakui Deklarasi Damai dengan Kamboja (Foto: RTAF)

BANGKOK, iNews.id - Konflik Thailand-Kamboja memasuki titik paling rumit setelah Perdana Menteri ThailandAnutin Charnvirakul menegaskan Bangkok tidak lagi mengakui Deklarasi Damai yang sebelumnya disepakati bersama Phnom Penh. Sikap keras ini disertai langkah lebih jauh, Thailand resmi menutup seluruh pintu negosiasi, bahkan memutuskan hubungan dengan mediator internasional.

Keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di perbatasan, di mana Thailand telah melancarkan operasi serangan ke wilayah Kamboja. Keengganan Bangkok untuk kembali ke meja perundingan memicu kekhawatiran internasional atas potensi perluasan konflik.

Thailand: Tak Ada Lagi Deklarasi Damai

Dalam pernyataannya, Anutin menyebut Deklarasi Damai yang ditandatangani di hadapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kini batal demi hukum.

Dia menegaskan Thailand tidak lagi terikat oleh kesepakatan tersebut, sehingga seluruh dasar gencatan senjata, komunikasi, dan koordinasi yang sebelumnya dibangun juga gugur.

Tidak hanya itu, Anutin sekaligus menghentikan semua bentuk negosiasi dengan Kamboja.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Dubes Iran Tegaskan Sikap soal Gaza usai Kesepakatan Damai dengan AS

57 tahun lalu

Betrand Peto Bongkar Sifat Asli Sarwendah di Thailand? Kaget Banget!

57 tahun lalu

Breaking News: Israel dan Hizbullah Sepakati Gencatan Senjata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal