Elon Musk Merasa Dihukum oleh Joe Biden karena Bukan Bagian dari Partai Demokrat

Anton Suhartono
Miliarder AS Elon Musk sependapat bahwa dirinya dihukum oleh Presiden Joe Biden dan Wapres Kamala Harris (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Miliarder Amerika Serikat (AS) Elon Musk sependapat bahwa dirinya dihukum oleh Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris. Pasalnya Musk bukan pendukung Partai Demokrat.

Seorang netizen mengunggah video di platform media sosial X berisi pernyataan Sacks. Salah satu pernyataan Sacks menyebutkan, pemerintahan Biden dan Harris tidak mau mengakui Musk memiliki solusi terbaik untuk pengadaan internet perdesaan. 

"Mereka (Biden-Harris) juga tidak bisa mengakui bahwa dia (Musk) membuat mobil listrik terbaik," ujar Sacks.

Sacks menjelaskan, penyebabnya Musk tidak lagi menjadi bagian dari Demokrat sehingga Biden dan Harris menghukumnya.

"Benar," kata Musk singkat, mengomentari pernyataan Sacks.

Musk pada Agustus lalu menyebut Harris akan menjadi bencana bagi AS jika terpilih sebagai presiden. Dia juga mengkritik Harris pada beberapa kesempatan. Salah satunya warga Amerika akan menghadapi kelaparan massal serta AS akan lenyap jika Harris memenuhi janji kampanyenya untuk melarang kenaikan harga pangan.

Musk tampil lebih menonjol dalam perpolitikan menjelang Pilpres AS 2024 sejak percobaan pembunuhan Donald Trump di Butler, Pennsylvania, pada 14 Juli lalu. Sejak itu dia menegaskan dukungannya kepada Trump.

Usai percobaan pembunuhan kedua terhadap Trump di Florida pekan lalu, Musk sempat berkomentar mengapa tak ada yang mau membunuh Biden dan Harris. Komentar itu langsung dihapus Musk dari X dengan alasan hanya candaan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Diam-Diam Pemerintahan Trump Kontak Oposisi Israel, Ingin Singkirkan Netanyahu?

57 tahun lalu

PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump

57 tahun lalu

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran

57 tahun lalu

Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal