ISTANBUL, iNews.id - Aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) asal Prancis, Adrien Jouan, mengalami penyiksaan selama ditahan Israel. Namun dia menegaskan penderitaan yang dialami dirinya serta aktivis kemanusiaan lainnya, tidak sebanding dengan yang dirasakan warga Palestina di Jalur Gaza.
“Tetapi tetap saja, itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan terhadap warga Palestina,” ujar Jouan, kepada Anadolu, dikutip Jumat (22/5/2026).
Jouan mengaku dipukul dan disiksa selama berada di kapal penjara Israel. Dia bahkan menunjukkan memar dan luka di tubuhnya akibat kekerasan tersebut.
“Iya, mereka memukuli saya, tapi juga banyak di bagian belakang, di kapal pertama, di kapal penjara, ketika mereka menjemput kami. Dan itu semacam penyiksaan,” ujarnya, setelah dibebaskan dan tiba di Istanbul, Turki.
Menurut Jouan, seluruh aktivis GSF mengalami kekerasan selama dalam penahanan. Beberapa tahanan berlatar belakang Arab atau yang tidak tampak seperti orang Eropa kulit putih bahkan disebut menerima perlakuan lebih brutal.
“Beberapa orang Arab, atau beberapa yang tampak bukan orang Eropa kulit putih, dipukuli jauh lebih parah daripada saya, dan disiksa lebih parah,” ujarnya.
Israel sebelumnya membebaskan 422 aktivis misi kemanusiaan Gaza dari 44 negara pada Kamis (21/5/2026). Mereka ditangkap sejak Senin lalu sebelum diterbangkan ke Turki untuk dipulangkan ke negara masing-masing.