Dijatuhkan Sanksi AS soal Racun Novichok, Ini Respons Rusia

Anton Suhartono
Dmitry Peskov (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id - Rusia geram dengan keputusan Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan sanksi atas tuduhan serangan zat kimia pelumpuh saraf Novichok ke mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Inggris pada Maret lalu.

Skripal dan Yulia ditemukan tak sadarkan diri di bangku dekat pusat perbelanjaan di Salisbury pada 4 Maret 2018. Mereka diketahui terpapar Novichok, zat pelumpuh saraf yang dikembangkan di era Uni Soviet saat Perang Dingin.

Setelah kritis selama beberapa bulan, nyawa Skripal dapat diselamatkan dan saat ini sudah keluar rumah sakit. Putrinya lebih beruntung karena keluar dari rumah sakit Salisbury lebih cepat.

Kremlin menyebut pemberian sanksi itu sebagai tindakan yang tak dapat diterima. Namun Rusia berharap hubungannya dengan AS tetap berjalan baik.

"Kami menganggap ini tidak dapat diterima, karena menghubungkan sanksi terbaru, yang sebelumnya kami anggap ilegal, dengan kasus di Salisbury," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip dari AFP, Kamis (9/8/2018).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?

57 tahun lalu

Heboh! Israel Diduga Mata-matai Pejabat AS terkait Perang Iran

57 tahun lalu

Panas! Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Arab soal Serangan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal