Diembargo Energi, Kuba: AS Ingin Rakyat Kami Sengsara

Anton Suhartono
Pemerintah Kuba menuding Amerika Serikat sengaja memberlakukan embargo energi untuk menghambat perekonomian (Foto: AP)

HAVANA, iNews.id - Pemerintah Kuba menuding Amerika Serikat (AS) sengaja memberlakukan embargo energi untuk menghambat perekonomian sekaligus menciptakan kondisi kehidupan yang tidak layak bagi rakyatnyaPemerintah Kuba menuding Amerika Serikat (AS) sengaja memberlakukan embargo energi untuk menghambat perekonomian sekaligus menciptakan kondisi kehidupan yang tidak layak bagi rakyatnya.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez menilai, kebijakan tersebut sebagai upaya sistematis untuk menyengsarakan masyarakat Kuba.

Menurut Bermudez, pengetatan embargo, termasuk tekanan terhadap pasokan minyak, telah menyebabkan kerusakan signifikan. Dia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk intimidasi dari kekuatan besar dunia yang bertujuan melemahkan negara kecil seperti Kuba.

Pernyataan keras itu disampaikan menyusul ancaman terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pekan lalu mengatakan AS siap mengambil alih Kuba. Selain itu, Washington juga memperketat sanksi dengan melarang lembaga keuangan asing melakukan transaksi atas nama individu maupun perusahaan Kuba yang masuk daftar hitam.

Bermudez menilai, ancaman operasi militer terhadap negaranya kini telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pakistan Indikasikan AS-Iran Segera Teken Perjanjian Damai

57 tahun lalu

Trump Klaim AS-Iran Sepakat Damai, Begini Respons Teheran

57 tahun lalu

Perdana! Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai Rp26,72 Triliun

57 tahun lalu

Geger! Tulisan Raksasa Misterius "8647" Muncul di National Mall Washington DC, Apa Artinya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal