China Tuduh AS Sengaja Perpanjang Perang di Ukraina, Ini Tujuannya

Anton Suhartono
Zhang Hanhui (Foto: Weibo)

BEIJING, iNews.id - China menuduh Amerika Serikat (AS) sengaja membuat perang di Ukraina selama mungkin dengan tujuan melemahkan Rusia. Pernyataan itu disampaikan Duta Besar China untuk Rusia, Zhang Hanhui, dalam wawancara dengan kator berita TASS yang dipublikasikan Rabu kemarin.

Menurut Hanhui, seperti dilaporkan kembali RT, Kamis (11/8/2022), AS memprakarsai lima putaran ekspansi NATO ke timur, mengarahkan 'revolusi warna' di Ukraina, serta memojokkan Rusia dari sisi keamanan. Semua faktor tersebut, lanjut dia, menyebabkan konflik saat ini terjadi di Ukraina.

Oleh karena itu, Hanhui menyebut AS sebagai pemrakarsa dan pihak yang menciptakan krisis Ukraina.

Dia melanjutkan, upaya AS untuk memperpanjang konflik di Ukraina bisa dilihat dari menerapkan sanksi ke Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi diperparah karena AS terus memasok persenjataan ke Ukraina.  Strategi ini pada akhirnya bertujuan untuk menghancurkan dan membuat Rusia lelah.

Lebih lanjut Hanhui melihat kesamaan konflik di Ukraina dan ketegangan terbaru di sekitar Taiwan. Dia menuduh AS menggunakan alat yang sebelumnya juga dipakai di negara-negara Eropa Timur.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal