MANILA, iNews.id - Filipina menerapkan waktu kerja 4 hari seminggu mulai Senin (9/3/2026), buntut perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk menghemat energi serta mengatasi dampak krisis di Timur Tengah.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memerintahkan penerapan sementara sistem kerja 4 hari seminggu di kantor-kantor pemerintah yang telah ditentukan.
Namun sistem kerja 4 hari seminggu tidak berlaku untuk lembaga-lembaga yang menjalankan layanan darurat seperti kepolisian, pemadam kebakaran, serta kantor-kantor pemerintah yang memberikan layanan publik garda terdepan.
“Semua lembaga dengan ini diarahkan untuk merumuskan pedoman internal masing-masing guna memastikan pemantauan dan dokumentasi yang sesuai, termasuk verifikasi kehadiran, dan standar kinerja, serta mekanisme pemantauan, sesuai dengan undang-undang, peraturan, dan ketentuan Komisi Pelayanan Sipil yang berlaku,” bunyi Surat Edaran Memorandum No 114 yang dikeluarkan pemerintah, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Selain itu, Marcos juga melarang perjalanan dinas dan aktivitas pemerintah yang tidak perlu.