TEL AVIV, iNews.id - Israel dilaporkan mulai waswas kehabisan rudal pencegat di tengah gelombang serangan Iran yang semakin intens. Kekhawatiran itu muncul setelah beberapa laporan menyebut Iran menggunakan bom klaster pada rudal-rudalnya, yang membuat sistem pertahanan udara Israel berada di bawah tekanan berat.
Situasi tersebut membuat Israel mengeluh kepada Amerika Serikat karena persediaan rudal pencegat untuk menangkis serangan Iran mulai menipis. Di tengah klaim Washington bahwa kemampuan rudal balistik Iran telah terkuras akibat serangan balasan, ancaman terhadap Israel justru dinilai masih sangat tinggi.
Seorang sumber pejabat AS mengatakan kepada portal berita Semafor bahwa Israel telah mengirim peringatan mengenai menipisnya stok proyektil sistem pencegat rudal balistik. Peringatan itu disampaikan di tengah derasnya serangan rudal yang diluncurkan Iran.
Menurut laporan tersebut, Israel sudah memberi tahu AS pada awal pekan ini bahwa persediaan rudal pencegatnya berkurang sangat signifikan.
“Israel diyakini memasuki perang dengan jumlah pencegat minim setelah konfrontasi pada musim panas lalu dengan Iran,” demikian bunyi laporan Semafor, dikutip Minggu (15/3/2026).