AS Tarik Sejumlah Diplomat dari Dontesk Ukraina Timur

Ahmad Islamy Jamil
Kelompok pemberontak di Ukraina Timur sedang menenteng senjata. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.id – Sejumlah staf AS di Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) mulai ditarik dari Kota Donetsk yang dikuasai kelompok pemberontak di Ukraina Timur pada Minggu (13/2/2022). Penarikan para diplomat Amerika itu berlangsung di tengah kekhawatiran Barat akan kemungkinan invasi Rusia terhadap Ukraina.

Seorang saksi mata Reuters mengatakan, para staf AS di OSCE diberangkatkan dari Dontesk dengan menggunakan mobil. Sampai berita ini ditulis, OSCE belum menanggapi permintaan komentar dari wartawan.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan sekutunya telah mendesak warganya agar segera meninggalkan Ukraina demi menghindari invasi Rusia. Menurut analisis Barat, ada kemungkinan Moskow melancarakan agresi ke Kiev, termasuk lewat serangan udara. Menlu AS Antony Blinken bahkan telah memperingatkan bahwa serangan Rusia itu dapat terjadi kapan saja.

Sementara itu, Rusia menuduh negara-negara Barat menyebarkan kebohongan.

Kepala Departemen Urusan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexey Polishchuk mengatakan, negara-negara NATO dianggap telah mengarang “mitos” tentang ancaman invasi Rusia ke Ukraina. Padahal, Moskow hanya menuntut jaminan keamanan dari Barat agar tak memperluas pengaruh militer di kawasan Eropa Timur. 

Untuk diketahui, CIS adalah organisasi antarpemerintahan yang dibentuk oleh negara-negara bekas Uni Soviet yang berada di Eropa Timur dan Asia. 

“Secara umum, orang mendapat kesan bahwa setelah Rusia menuntut jaminan keamanan dari Barat, negara-negara NATO dengan sengaja mengarang dan membesar-besarkan mitos tentang ancaman invasi Rusia ke Ukraina,” kata Polishchuk kepada kantor berita Sputnik, Sabtu (12/2/2022).

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 jam lalu

Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain

4 jam lalu

Trump Dilaporkan Akan Umumkan Tarif Baru untuk 60 Negara, Besarannya 10-12,5%

6 jam lalu

Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada

7 jam lalu

Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal