WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) kembali mengirim satu gugus kapal induk lagi ke Timur Tengah, USS George HW Bush, untuk berperang melawan Iran. Kapal induk bersama pengiringnya bertolak dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk, Virginia, pada Selasa (21/3/2026).
Angkatan Laut AS enggan mengungkap tujuan kapal induk kelas Nimitz tersebut, melainkan hanya menjelaskan untuk pengerahan terjadwal.
Namun sumber pejabat AS mengatakan kepada surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), gugus tempur USS George HW Bush menuju Timur Tengah untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford. Ada kemungkinan USS George HW Bush menggantikan USS Gerald R Ford yang mengalami kerusakan sehingga harus meninggalkan medan tempur melawan Iran untuk perbaikan.
Memiliki panjang 333 meter dan bobot lebih dari 100.000 ton, USS George HW Bush ditenagai dua reaktor nuklir dan dapat beroperasi selama lebih dari 20 tahun tanpa pengisian bahan bakar.
Pengerahan kapal ini secara efektif bisa menggantikan USS Gerald R Ford yang kini menjalani perbaikan di pelabuhan Kota Split, Kroasia, untuk menjalani perbaikan.
Kapal induk terbesar dalam armada AS itu telah beroperasi di Laut Merah sebagai bagian dari serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Sementara itu USS Abraham Lincoln saat ini beroperasi di Laut Arab.