Ada Peran Erdogan di Balik Ketidakhadiran Netanyahu pada KTT Perdamaian Gaza?

Anton Suhartono
Ketidakhadiran PM Israel Benjamin Netanyahu dalam KTT perdamaian Gaza di Mesir, Senin (13/10), menimbulkan tanda tanya besar (Foto: AP)

KAIRO, iNews.id - Ketidakhadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam KTT perdamaian Gaza di Sharm El Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025), menimbulkan tanda tanya besar. Meski pemerintah Mesir sebelumnya telah mengonfirmasi kehadirannya, Netanyahu secara mendadak membatalkan rencana tersebut pada menit-menit terakhir.

Kantor Perdana Menteri Israel menyebut alasan resmi pembatalan itu karena waktu KTT berdekatan dengan awal hari raya Yahudi. 

Netanyahu menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas undangan menghadiri pertemuan tingkat tinggi itu, yang disebut sebagai bagian dari upaya memperluas lingkaran perdamaian. Namun di balik penjelasan resmi itu, muncul laporan mengejutkan mengenai adanya peran Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di balik ketidakhadiran Netanyahu.

Seorang pejabat Turki mengatakan kepada Reuters, Erdogan, dengan dukungan beberapa pemimpin negara Arab dan Muslim, menolak keras kehadiran Netanyahu dalam pertemuan tersebut. Mereka menilai kehadiran pemimpin Israel itu akan mengganggu suasana diplomasi dan memicu ketegangan, mengingat serangan brutal Israel ke Gaza selama 2 tahun terakhir.

“Beberapa negara berpendapat bahwa pertemuan perdamaian tidak seharusnya menjadi panggung legitimasi bagi Netanyahu, yang bertanggung jawab atas ribuan korban sipil di Gaza,” ujar sumber tersebut.

Bahkan beberapa negara mengancam tak akan hadir jika ada Netanyahu dalam KTT tersebut.

Pihak Netanyahu belum memberikan komentar terkait laporan mengenai tekanan Erdogan dan sejumlah pemimpin Arab-Muslim tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Iran Ancam AS, Negosiasi Damai Akan Buntu jika Lebanon Terus Diserang

Internasional
15 jam lalu

42 Warga dan Tentara Israel Tewas selama Perang Melawan Iran

Internasional
16 jam lalu

Korban Tewas Serangan Brutal Israel ke Jadi 250 Orang, Hizbullah Janjikan Pembalasan

Internasional
19 jam lalu

Australia Sambut Gencatan Senjata tapi Kecam Ancaman Trump soal Hancurkan Peradaban Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal