ARAFAH, iNews.id - Cuaca panas menyengat saat puncak ibadah haji di Arafah membuat otoritas Arab Saudi meminta jemaah tidak mendaki Jabal Rahmah. Imbauan itu disampaikan Kementerian Haji dan Umrah demi menjaga keselamatan jemaah dari risiko paparan panas ekstrem selama pelaksanaan Wukuf.
Selain meminta jemaah tidak naik Jabal Rahmah, Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau seluruh jemaah tetap berada di dalam tenda hingga pukul 16.00 waktu setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi jemaah dari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam dengan suhu tertinggi.
“Kebijakan ini bertujuan membantu mengurangi stres akibat panas saat pelaksanaan puncak ibadah haji,” demikian keterangan otoritas setempat, seperti dilaporkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Selasa (26/5/2026).
Jemaah diminta memanfaatkan waktu di dalam tenda untuk beribadah, termasuk mendengarkan khutbah Arafah yang disiarkan langsung melalui audio dan visual ke seluruh tenda. Dengan fasilitas tersebut, jemaah tetap bisa mengikuti rangkaian ibadah dengan nyaman tanpa harus keluar tenda.
Kementerian juga mengingatkan seluruh jemaah agar mematuhi rencana dan jadwal pergerakan massa yang telah ditetapkan. Jemaah diminta menggunakan jalur sesuai rombongan guna mencegah penumpukan yang dapat menghambat kelancaran arus pergerakan.
Imbauan untuk tidak mendaki Jabal Rahmah menjadi perhatian penting karena lokasi tersebut selalu dipadati ribuan jemaah saat Wukuf. Bukit berbatu yang menjadi salah satu ikon Arafah itu biasanya menjadi lautan putih dari pakaian ihram putih jemaah yang datang untuk berdoa dan beribadah.
Namun di tengah suhu tinggi yang melanda kawasan Arafah, aktivitas mendaki bukit dinilai berisiko terhadap keselamatan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.