Video 2 Tahun Ditiadakan, Berikut Fakta Menarik Pengarakan Ogoh-Ogoh di Bali

Ifaldi Musyadat
Ari Wiradarma
Setelah 2 tahun ditiadakan, pelaksanaan tradisi arakan ogoh-ogoh kembali digelar. (Foto: iNews.id)

DENPASAR, iNews.id - Setelah 2 tahun ditiadakan, pelaksanaan tradisi arakan ogoh-ogoh kembali digelar. Pengarakan dilakukan di sejumlah banjar yang ada di Kabupatan Bangli, Bali. Seperti yang dilakukan warga Banjar Penida Kelod, Desa Tumbuku, Kec. Tumbuku. 

Arakan ogoh-ogoh dilakukan secara terbatas dan dengan prokes yang ketat. Sebelum arak-arakan ogoh-ogoh, warga menggelar Pecaruan Tawur Kesanga. Ritual tersebut digelar untuk membersihkan alam semesta beserta isinya. 

Arakan ogoh-ogoh biasanya digelar di hari pengerupukan, sehari jelang Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh selanjutnya dibakar untuk menciptakan ketenangan ibadah umat Hindu.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Kembali Dibuka usai Ditutup saat Nyepi

57 tahun lalu

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dibuka, Arus Kendaraan Mulai Ramai

57 tahun lalu

Sambut Perayaan Nyepi, Atraksi Ogoh-Ogoh di Rawamangun Berlangsung Meriah

57 tahun lalu

Ratusan Umat Hindu di Lampung Gelar Parade Ogoh-Ogoh Raksasa

57 tahun lalu

Suasana Upacara Melasti Jelang Nyepi di Pantai Marina Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal