GAZA, iNews.id – Puluhan pengungsi dilaporkan tewas dan terluka akibat serangan udara yang diduga dilakukan Israel di pelabuhan Kota Gaza, Kamis waktu setempat. Mayoritas korban merupakan pengungsi yang baru tiba di kawasan pelabuhan dan tengah mendirikan tenda.
Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan kerumunan orang yang membawa korban luka ke ambulans untuk mendapat perawatan medis. Beberapa wanita dan anak-anak terlihat menangis histeris akibat guncangan serangan. Hingga kini, tercatat setidaknya 42 orang meninggal dunia akibat serangan ini.
Militer Israel hingga saat ini belum memberikan komentar resmi terkait serangan yang menargetkan pelabuhan di Gaza. Namun, ratusan keluarga di wilayah tersebut terpaksa mengungsi ke selatan kota. Menurut PBB, lebih dari 40.000 orang telah mengungsi secara paksa dalam dua hari terakhir akibat serangan yang semakin intensif.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan operasi militer Israel di Gaza Utara memicu gelombang pengungsian baru. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyerukan agar kondisi tidak manusiawi di Gaza segera diakhiri.
“Invasi militer Israel dan perintah evakuasi di Gaza Utara memicu gelombang pengungsian baru, memaksa keluarga yang trauma memasuki wilayah yang semakin sempit. Saat kelaparan terus berlangsung, kekerasan yang meningkat menghalangi akses dan mencegah bantuan penyelamat jiwa sampai ke masyarakat. Kami terus menyerukan agar kondisi tidak manusiawi segera dihentikan. Kami juga meminta agar sandera dibebaskan dan gencatan senjata segera diterapkan,” bunyi pernyataan Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam bahasa Indonesia.