JAKARTA, iNews.id - Curahan hati ibu rumah tangga Dwi Sasetyaningtyas (Tyas) dengan celetukan “Cukup aku saja yang WNI” mendadak viral di media sosial. Tyas memamerkan paspor anak mereka yang berkewarganegaraan asing (WNA). Potongan video itu memicu gelombang reaksi keras dari warganet.
Banyak yang merasa tersinggung dan menyebut pernyataan tersebut tidak sensitif. Bahkan muncul tudingan “anak durhaka bangsa” karena mereka merupakan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang berasal dari pajak rakyat.
Video tersebut ramai dibagikan di berbagai platform seperti X (Twitter), Instagram, dan TikTok. Narasi yang beredar menyebut adanya kebanggaan karena sang anak tidak berstatus WNI. Meski konteks lengkap pernyataan dalam video tersebut masih diperdebatkan, potongan kalimat “cukup aku saja yang WNI” terlanjur memantik kemarahan publik.
Terlebih, setelah ditelusuri suami Tyas, Arya Pamungkas Iwantoro, juga awardee LPDP untuk S2 dan S3. Isu ini kemudian berkembang menjadi perbincangan tentang nasionalisme, komitmen penerima beasiswa negara, hingga etika penerima dana publik.
Akibat kejadian itu, Arya Pamungkas Iwantoro diwajbkan mengembalikan uang Rp7,7 miliar oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewo. Arya Pamungkas dikabarkan bersedia membayar beasiswa beserta bunganya.