Bulan Madu di Solok Berakhir Tragis, Istri Meninggal Diduga Keracunan Gas Water Heater

Reza Fajri
Bulan Madu di Solok Berakhir Tragis, Istri Meninggal Diduga Keracunan Gas Water Heater

SOLOK, iNews.id - Bulan madu yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi tragedi memilukan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sepasang pengantin baru ditemukan terkapar di kamar mandi sebuah penginapan. Sang istri meninggal dunia, sementara suaminya dalam kondisi kritis.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 8 Oktober 2025, di sebuah penginapan bernuansa glamping di kawasan Lexide, Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Keduanya diketahui bernama Cindy Destananda dan Gilang Kurniawan, pasangan yang baru empat hari menikah dan sedang berbulan madu di daerah berhawa sejuk dengan panorama danau yang indah.

Menurut keterangan pihak penginapan, pasangan tersebut tiba pada Selasa (7/10) sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung check-in. Keesokan paginya, sekitar pukul 07.15, seorang karyawan mengantarkan sarapan ke kamar mereka. Saat mengetuk pintu, terdengar suara pria dari dalam kamar yang menyebut sedang mandi. Namun, 15 menit kemudian, ketika petugas kembali, tidak ada jawaban sama sekali.

Petugas akhirnya mendobrak pintu dan mendapati pemandangan mengerikan. Cindy ditemukan tidak bernyawa di belakang pintu kamar mandi, sedangkan Gilang terkapar lemah di lantai dalam kondisi kritis. Keduanya segera dibawa ke Puskesmas Alahan Panjang untuk mendapatkan pertolongan. Namun nahas, Cindy dinyatakan meninggal dunia pukul 08.35 WIB, sementara Gilang dirujuk ke RSUD Arosuka untuk perawatan intensif.

Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata, mengatakan dugaan sementara penyebab kejadian ini adalah keracunan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari water heater berbahan gas LPG. Meski demikian, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Untuk memastikan penyebab kematian korban, kami masih menunggu hasil analisis dari pihak medis. Dari visum luar, korban perempuan sudah tidak bernyawa saat tiba di puskesmas dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar AKP Barata.

Polisi telah memasang garis pembatas di lokasi dan mensterilkan area penginapan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Ungkap Kronologi Pasutri Bunuh Anak Kandung di Tambun, Gegara Masalah Sepele

57 tahun lalu

Heboh Pasutri Kepergok Mencuri di Matraman

57 tahun lalu

Pasutri di Mojokerto tertabrak KA Sancaka, Korban Alami Patah Tangan dan Pinggang

57 tahun lalu

Pasutri di Cianjur Jadi Korban Perampok Modus Gembos Ban Mobil, Rp102 juta Raib

57 tahun lalu

Pulang dari Rumah Kerabat, Pasutri Tewas Terseret Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal