Akui Diminta Buat Video oleh Polisi, Rektor Unimus Ungkap Isi Testimoninya

Wisnu Wardhana
Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang mengaku diminta kepolisian untuk membuat video testimoni tentang pemilu damai.

SEMARANG, iNews.id - Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang mengaku diminta kepolisian untuk membuat video testimoni tentang pemilu damai. Rektor Unimus menegaskan tidak diminta untuk membuat testimoni kinerja Presiden Jokowi.

Sebelumnya, sejumlah rektor diminta untuk membuat testimoni kinerja Presiden Jokowi dan ucapan untuk mensukseskan pemilu damai.

Editor : Wahyu Triyogo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jokowi Dianggap Bagian Keluarga Besar, GP Ansor: Siapa pun yang Menyakitinya dan Keluarganya maka Sama dengan Menyakiti Kami

57 tahun lalu

Deklarasikan Pemilu Damai, Relawan Ganjar-Mahfud Turut Waspadai Kecurangan Pemilu

57 tahun lalu

Kampanye Akbar Harus Riang Gembira, Wapres: Semua yang Terlibat Harus Saling Jaga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal