LIMA, iNews.id - Bentrokan pecah antara warga dengan polisi huru hara saat menolak pengampunan dan pembebasan mantan Presiden Peru Alberto Fujimori oleh Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski di Lima, Peru, Senin (25/12/2017) waktu setempat. Kuczynski memutuskan untuk mengampuni dan membebaskan Fujimori yang divonis 25 tahun penjara karena pelanggaran hak asasi manusia.
Dia berdalih kemanusian untuk mengampuni Fujimori dan tujuh tahanan lainnya. Hal ini membuat masyarakat Peru marah dan berunjuk rasa. Ribuan pengunjuk rasa langsung membanjiri jalanan ibu kota Peru menentang keputusan Kuczynski.Sebab, menurut mereka Kuczynski sudah melanggar janji kampanye pemiliha presiden tahun lalu yang tidak akan membebaskan Fujimori.
Alberto Fujimori adalah presiden keturunan Jepang yang memerintah di Peru sejak 1990 hingga 2000. Dia menjadi diktator setelah pada 1992 terjadi kudeta internal dan memutuskan membubarkan legislatif. Selama masa pemerintahannya dia membunuh dan menyiksa lawan politiknya. Namun sebagian warga Peru menganggap dia populer karena dianggap berhasil menumpas perlawanan gerilyawan sayap kiri dan membuat ekonomi stabil setelah krisis berkepanjangan.
(Foto: REUTERS)