JAKARTA, iNews.id - PT Bank Central Asia Tbk melalui program Desa Bakti BCA terus memperkuat komitmennya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Indonesia melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan desa wisata. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi daerah dan UMKM.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengembangan wisata, tetapi juga membangun kemandirian desa binaan. “Kami senantiasa mendorong desa-desa yang telah menjadi binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki,” ujar Hera. Menurut dia, dukungan tersebut diharapkan memberi kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar destinasi wisata.
Salah satu desa binaan yang berkembang adalah Bukit Peramun di Belitung. Kawasan wisata alam yang menjadi bagian Desa Bakti BCA sejak 2018 itu menawarkan panorama hutan alami, batu granit khas Belitung, hingga pemandangan Laut Cina Selatan dari ketinggian 129 meter di atas permukaan laut. Dikelola masyarakat melalui konsep community-based tourism, Bukit Peramun juga mendapat pengakuan nasional sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat versi MURI pada 2023 serta penghargaan Green Gold dalam Indonesian Sustainable Tourism Awards 2019.
Peningkatan kunjungan wisatawan turut terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bukit Peramun mencapai 485 orang, meningkat dibanding 387 wisatawan pada 2023. Sementara wisatawan domestik tercatat sebanyak 1.648 orang sepanjang 2025, naik dari 1.356 orang pada tahun sebelumnya. Pengelola kawasan juga mengembangkan berbagai inovasi digital seperti virtual assistant berbasis Android dan virtual guide dalam dua bahasa untuk memperkuat pengalaman wisata pengunjung.
Selain Bukit Peramun, Desa Wisata Kreatif Terong turut menjadi contoh pengembangan desa berbasis ekonomi kreatif dan edukasi. Kawasan bekas tambang timah yang direklamasi secara swadaya itu kini berkembang menjadi destinasi wisata produktif dengan berbagai aktivitas seperti wisata alam, memancing, hingga tradisi makan bedulang khas Belitung. Pada 2026, desa tersebut juga ditunjuk sebagai lokasi program Genera-Z Berbakti, program pengabdian masyarakat bagi mahasiswa yang diharapkan mampu menghadirkan inovasi baru untuk mendukung pengembangan Desa Bakti BCA.