Banjir 3 Tahun di Cipayung Depok Belum Surut, Longsoran Sampah TPA Pemicunya

Yudistiro Pranoto

JAKARTA, iNews.id - Banjir yang melanda kawasan Kelurahan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, telah berlangsung selama sekitar tiga tahun lebih dan hingga kini belum sepenuhnya teratasi. Puluhan rumah warga terendam dalam waktu lama hingga sebagian ditinggalkan penghuninya. Salah satu kawasan terdampak ialah Perumahan Griya Alif Sawangan yang berada di sekitar aliran Kali Pesanggrahan. Meski sebagian warga memilih pindah, beberapa keluarga masih bertahan di rumah mereka di tengah genangan air yang terus datang saat debit sungai meningkat. 

Pantauan di lapangan pada Kamis (14/5/2026), genangan air masih menutupi sejumlah area di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Kondisi itu diperparah oleh longsoran sampah dari TPA yang menutup dan mempersempit aliran Kali Pesanggrahan. Longsoran sampah dan reruntuhan turap beton membuat aliran sungai menjadi dangkal sehingga air mudah meluap ke permukiman warga meski hujan tidak turun deras di wilayah tersebut.

Warga menyebut banjir mulai semakin parah sejak longsoran sampah dari TPA Cipayung beberapa kali terjadi akibat kapasitas gunungan sampah yang terus meningkat. Di sejumlah titik, lebar Kali Pesanggrahan dilaporkan menyusut drastis dan dipenuhi sampah plastik serta material longsoran. Dampaknya tidak hanya merendam rumah, tetapi juga memutus akses jalan penghubung warga di kawasan Cipayung dan Sawangan. 

Pemerintah Kota Depok menyatakan tengah menyiapkan langkah penanganan untuk mengatasi persoalan tersebut. Wali Kota Depok Supian Suri berjanji melakukan pembenahan terhadap penyebab banjir di sekitar Kali Pesanggrahan, termasuk penanganan longsoran sampah TPA Cipayung dan normalisasi aliran sungai. Persoalan ini juga mendapat sorotan DPRD Kota Depok yang meminta penanganan lingkungan dilakukan secara menyeluruh agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Selain merugikan warga secara ekonomi dan sosial, banjir berkepanjangan di kawasan ini juga memicu dampak lingkungan serius. Air sungai menjadi tercemar oleh limbah dan sampah, vegetasi di bantaran kali mati akibat terendam terlalu lama, serta kualitas lingkungan permukiman menurun karena bau dan endapan sampah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperburuk kesehatan warga dan mempercepat kerusakan ekosistem Kali Pesanggrahan jika tidak segera ditangani secara permanen. 

Editor : Yudistiro Pranoto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Tembus Rp18.000, Ukuran Tahu di Depok Berkurang 2 Sentimeter

57 tahun lalu

Lubang Besar di Jalan Raya Lenteng Agung, Akses Jakarta-Depok Macet Parah

57 tahun lalu

Festival Limo ke-9 Diramaikan UMKM Kuliner

57 tahun lalu

Aksi Bersih-Bersih Pantai di Pesisir Kabupaten Pandeglang

57 tahun lalu

Fasilitas Pengolahan Sampah Organik Pasar Kramat Jati Beroperasi Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal