Ahok Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi LNG

Yudistiro Pranoto

JAKARTA, iNews.id – Jaksa Penuntut Umum menghadirkan mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG). Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026), Ahok terlibat perdebatan dengan terdakwa mantan Direktur Gas Pertamina, Hari Karyuliarto, terkait keuntungan kontrak LNG.

Perdebatan bermula ketika Hari mempertanyakan pengetahuan Ahok soal keuntungan pembelian LNG dari Corpus Christi Liquefaction LLC. “Bapak tahu bahwa Corpus Christi, Woodside, semuanya untung?” tanya Hari. “Tahu. Karena memang kebetulan dunia tiba-tiba LNG naik,” jawab Ahok. Majelis hakim sempat menghentikan perdebatan dan meminta saksi menjawab lugas. “Saudara saksi dijawab saja. Tahu apa nggak?” ujar hakim. “Tahu. Kalau ada untung, ada rugi, kita tahu. Masa nggak tahu,” tegas Ahok.

Hari menyoroti sikap Ahok yang dinilai tidak secara eksplisit menyampaikan keuntungan kontrak LNG, termasuk dalam dokumen Monitoring Sasaran Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (MSRKAP). Ahok menjelaskan, saat dirinya menjabat, Pertamina memang mencatatkan laba besar, namun bukan semata dari LNG.

“Memang perusahaan Pertamina di bawah waktu saya di dalam dari rugi jadi untung, paling besar dalam sejarah Pertamina. Tapi bukan cuma dari LNG,” ujarnya. Ketika kembali ditekan soal pengakuan keuntungan pada 2022–2024, Ahok akhirnya menegaskan, “Memang untung, saya sudah bilang, memang untung. Sudah.”

Usai sidang, penasihat hukum Hari, Wa Ode Nur Zainab, menyatakan kesaksian Ahok justru menunjukkan tidak adanya pelanggaran dalam kontrak jangka panjang tersebut. Ia menilai kerja sama tersebut merupakan aksi korporasi yang menguntungkan dan tidak melanggar anggaran dasar. “Tidak ada suap, tidak ada keuntungan melawan hukum, dan tidak ada kerugian negara,” kata Wa Ode. Ia juga menyebut kliennya telah delapan bulan ditahan tanpa dasar hukum yang jelas.

Perkara ini mencuat setelah adanya dugaan kerugian negara dalam pengadaan LNG. Namun pihak terdakwa konsisten menyatakan kebijakan tersebut merupakan langkah bisnis yang memberikan keuntungan finansial bagi perusahaan dan negara.

Editor : Yudistiro Pranoto
Artikel Terkait
Photo
5 hari lalu

Kesaksian Nicke Widyawati pada Sidang Kasus Dugaan Korupsi LNG

Photo
12 hari lalu

Kesaksian Karen Agustiawan pada Sidang Kasus LNG

Photo
12 hari lalu

Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 9 Tahun Penjara

Photo
15 hari lalu

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi LNG

Photo
28 hari lalu

Ekspresi Noel Ebenezer Dengarkan Keterangan Saksi Kasus Dugaan Pemerasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal