SLEMAN, iNews.id- Keren, peneliti Prodi Teknik Mesin UGM berhasil mengembangkan pesawat tanpa awak untuk deteksi dini kebakaran hutan. Pesawat tanpa awak yang diberi nama Elang Caraka ini bisa dioperasikan baik siang maupun malam dan mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer.
Peneliti Prodi Teknik Mesin UGM, Gesang Nugroho menjelaskan, pesawat ini dirancang mampu terbang selama enam jam dengan jarak tempuh 200 Km untuk melakukan pengawasan wilayah secara autonomous.
"Operator juga dapat mengendalikan pesawat tanpa awak dari jarak jauh serta melihat rekaman gambar secara langsung melalui monitor yang ada di Ground Control Station,” katanya.
Elang Caraka memiliki bentang sayap sepanjang 3,6 m dan badan pesawat sepanjang 1,92 m, serta dilengkapi kamera thermal untuk mengirimkan rekaman udara secara langsung yang dapat dilihat di darat.
Mesin dengan kapasitas 30 cc digunakan untuk menerbangkan pesawat Elang Caraka yang berbobot 20 kilogram dan hanya memerlukan landasan sepanjang 90 meter untuk lepas landas dan mendarat.