MAGELANG, iNews.id - Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu (11/3) ke arah Kali Bebeng atau Kali Krasak. Awan panas guguran terjadi pada pukul 12.12 WIB.
Berikut fakta-fakta Gunung Merapi kembali erupsi pada Sabtu (11/3/2023) siang:
1. Rentetan Awan Panas Guguran
Rentetan awan panas guguran di Gunung Merapi bersumber dari longsoran kubah lava barat daya.
2. Hujan Abu di Mengarah Sisi Barat Laut-Utara Merapi
Pada saat kejadian, angin di sekitar Gunung Merapi bertiup ke arah barat laut-utara. Awan panas guguran ini menyebabkan hujan abu ke beberapa tempat terutama di sisi barat laut-utara Gunung Merapi
3. Aktivitas Merapi Masih Tinggi
Aktivitas erupsi saat ini terhitung masih tinggi; pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak 19 kali ke arah barat daya (hulu Kali Boyong, Kali Bebeng dan Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter.
4. Aktivitas Vulkanis Internal Masih Tinggi
Aktivitas vulkanis internal juga masih tinggi ditunjukkan oleh data seismisitas dan deformasi. Seismisitas internal seperti gempa vulkanis dalam (VTA) terjadi sebanyak 77 kejadian/hari, gempa vulkanik dangkal (VTB) 1 kejadian/hari, gempa Multifase (MP) 6 kejadian/hari, dan gempa guguran sebanyak 44 kejadian/hari. Sedangkan laju deformasi EDM RB1 sebesar 0,5 cm/hari.