Hadis: “Barang siapa membaca di malam Jumat Surat Hamim ad-Dukhan dan surat Yasin maka Allah mengampuni-nya di pagi hari” (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, ia menilai dlaif, dari Abu Hurairah. Juga oleh Abu Ya’la)
Itukan dhaif? Baik ada riwayat hadis yang lain yang memperkuat:
ﻭﺧﺒﺮ ﺃﺑﻲ ﺩاﻭﺩ ﻋﻦ اﻟﺤﺒﺮ ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺳﻮﺭﺓ ﻳﺲ ﻭاﻟﺼﺎﻓﺎﺕ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﺃﻋﻄﺎﻩ اﻟﻠﻪ ﺳﺆﻟﻪ ﻭﻓﻴﻪ اﻧﻘﻄﺎﻉ
Riwayat Abu Dawud dari Ibnu Abbas: “Barangsiapa membaca Surat Yasin dan Shaffat di malam Jumat maka Allah berikan permintaannya” (sanadnya terputus, Faidl Al-Qadir 4/199)
حَدِيْثُ مَنْ قَرَأَ يس اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ رَوَاهُ الْبَيْهَقِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مَرْفُوْعًا وَإِسْنَادُهُ عَلَى شَرْطِ الصَّحِيْحِ وَأَخْرَجَهُ أَبُوْ نُعَيْمٍ وَأَخْرَجَهُ الْخَطِيْبُ فَلاَ وَجْهَ لِذِكْرِهِ فِي كُتُبِ الْمَوْضُوْعَاتِ
“Hadis yang berbunyi: ‘Barangsiapa membaca Surat Yasin seraya mengharap rida Allah, maka ia diampuni’ diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Abu Hurairah secara marfu’, sanadnya sesuai kriteria hadis sahih. Juga diriwayatkan oleh Abu Nuaim dan Khatib (al-Baghdadi). Maka tidak ada jalan untuk mencantumkannya dalam kitab-kitab hadis palsu!” (al-Fawaid al-Majmu’ah I/302).
Wallahu A'lam