JAKARTA, iNews.id - Mimpi bertemu Nabi Muhammad SAW merupakan keinginan tiap Muslim, namun tidak sembarang orang yang bisa mimpi bertemu Rasulullah SAW.
Belakangan ini, publik dihebohkan dengan klaim seorang ustaz yang mengaku bermimpi Nabi Muhammad SAW. Klaim itu dipublikasikan di depan khalayak.
Lantas apakah mimpi tersebut perlu dipublikasikan dan bagaimana pembuktian kebenaran mimpi bertemu Nabi Muhammad SAW?
Berikut penjelasannya berdasarkan hadits yang dikutip iNews.id dari laman Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB (PISS-KTB).
-حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْعَتَكِىُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ - يَعْنِى ابْنَ زَيْدٍ - حَدَّثَنَا أَيُّوبُ وَهِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ رَآنِى فِى الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِى فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ بِى ». رواه مسلم و الترمذي و ابن ماجه. وفى رواية الدارمي : (لا يتمثل مثلي)