JAKARTA, iNews.id - Membaca doa berbukapuasa Ramadhanyang shahih merupakan amalan sunnah yang bernilai pahala. Doa berbuka puasa ini memang banyak ragamnya dan masing-masing memiliki dalil.
Berbuka puasa merupakan waktu yang paling dinantikan umat Islam. Menyegerakan berbuka puasa di Bulan Ramadhan juga merupakan salah satu amalan sunnah. Selain itu, waktu buka puasa juga merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
Rasulullah saw bersabda:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ، وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاوَاتِ، وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ
Artinya: Tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu imam (pemimpin) yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizholimi. Doa mereka dibawa ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya, lalu Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Demi izzah-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu.” (HR Ahmad, dari Abu Hurairah, shahih lighairihi).
Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat mengatakan, dalam berbuka puasa disunnahkan untuk menta‘jil atau menyegerakan berbuka sebelum shalat Maghrib. Meski hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma.