JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan Nila Moeloek sangat memperhatikan kondisi pengungsi akibat erupsi Gunung Agung, di Provinsi Bali. Ia pun menyatakan siap menambah tenaga medis untuk para pengungsi jika diperlukan.
“Kalau diperlukan penambahan tenaga medis, akan ditambah. Sekarang belum ada permintaan, masih bisa diatasi, tapi kita standby,” kata Menkes Nila, dalam keterangan resminya yang dikirim Biro Komunikasi dan Pelayanan Kemenkes kepada iNews.id, Kamis (30/11/2017).
Menurutnya, sebelum erupsi Gunung Agung, Kemenkes telah siap siaga membentuk sistem penanganan kesehatan. Di samping itu, Nila juga meminta jajaran kesehatan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah saling berkoordinasi membantu para pengungsi.
Untuk saat ini, kata dia, pemerintah pusat bersama pemda setempat, telah menyiagakan puskesmas dan rumah sakit regional di Karangasem dan Sanglah untuk bekerja sama menangani kesehatan para pengungsi.
“Kemudian disiagakan pula nomor darurat 119. Itu tersedia sejak Gunung Agung dikabarkan akan meletus. Sampai sekarang masih berjalan,” tambahnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menjamin ketersediaan obat-obatan dan masker. Nila memastikan persediaan tersebut akan dikirimkan kembali apabila kekurangan.
Meski begitu, tenaga kesehatan diimbau untuk mengatur pembagian obat, karena tidak diketahui sampai kapan bencana erupsi Gunung Agung berlangsung.
Berdasarkan data laporan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan menyebutkan, data dari Puskemsas rata-rata ada 10 pasien dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Namun sampai saat ini, persoalan kesehatan pengungsi masih teratasi dan dalam batas wajar.