Jangan Biarkan Si Kecil Main Gadget Terus, Waspada Mata Minus!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak dengan gadget. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Apakah anak Anda sudah terbiasa melihat layar gadget sejak kecil? Kebiasaan itu perlu diperbaiki, karena ada risiko mata minus mengintai si kecil. 

Mata minus terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina, melainkan di depannya. Akibatnya, benda yang jauh terlihat buram. 

Pada anak, kondisi ini sering dipicu oleh kebiasaan terlalu lama menatap layar, kurangnya aktivitas di luar ruangan, atau faktor keturunan.

Menurut Dokter Spesialis Mata Bethsaida Hospital Gading Serpong dr Artha Latief, Sp.M, mata minus pada anak sering kali tidak disadari orang tua. Padahal, bila tidak segera diperiksa, mata minus bisa bertambah dan tidak disadari. 

"Pertambahan mata minus ini akan mengganggu aktivitas belajar maupun perkembangan anak. Pemeriksaan mata rutin sejak dini sangat penting agar dapat dilakukan penanganan yang tepat," ujar dr Artha dalam pernyataan resminya, Rabu (1/10/2025). 

Tanda-Tanda Anak Mengalami Mata Minus

Orang tua perlu lebih perhatian untuk mengenali gejala mata minus, seperti:

- Anak sering menyipitkan mata saat melihat jauh.
- Anak sering tampak mengedip-ngedipkan mata terutama sewaktu menggunakan gadget dan atau sedang menonton televisi.
- Sering duduk terlalu dekat dengan layar atau papan tulis.
- Mengeluh sakit kepala atau mata cepat lelah.
- Kesulitan melihat jelas dari jarak jauh.

Pentingnya Penanganan Sejak Dini

Mata minus bukan hanya masalah penglihatan, tapi juga dapat berdampak pada prestasi sekolah dan kualitas hidup anak. Jika tidak ditangani, minus bisa terus bertambah bahkan menimbulkan risiko komplikasi serius di kemudian hari. 

"Penanganan yang diberikan dokter mata tidak hanya sebatas kacamata. Ada berbagai metode lain, seperti lensa khusus atau terapi tertentu, yang dapat membantu mengendalikan progresivitas minus pada anak," ungkap dr Artha.

Penanganan Mata Minus Pada Anak

Jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan tingkat keparahan dan memberikan solusi terbaik. 

Penanganannya bisa berupa:

- Penggunaan kacamata yang disesuaikan dengan kondisi mata anak.
- Terapi obat tetes midriatika Atropine digunakan untuk mengendalikan laju pertambahan minus pada kasus tertentu.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Anies Baswedan Alami Mata Kedutan, Benarkah Lagi Ada yang Ngomongin?

57 tahun lalu

Apakah Aman Melihat Fenomena Gerhana Bulan Total dengan Mata Telanjang?

57 tahun lalu

LASIK, Solusi Tepat untuk Mata Rabun Jauh dan Silinder 

57 tahun lalu

Jerawat Tak Kunjung Hilang? Dokter Ungkap Masalahnya Bisa dari Usus!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal