“Kalau anak gemuk kemudian dia mengorok, bisa terjadi OSAS atau Obstructive Sleep Apnea,” katanya.
OSAS atau Obstructive Sleep Apnea merupakan gangguan yang terjadi ketika saluran napas mengalami hambatan saat tidur. Akibatnya, pasokan oksigen ke berbagai organ tubuh, termasuk otak, menjadi berkurang.
Kondisi tersebut membuat kualitas tidur anak menurun. Dalam jangka panjang, gangguan tidur yang tidak ditangani dapat memengaruhi konsentrasi, kemampuan berpikir, hingga prestasi akademik anak di sekolah.
“Kalau tidak ditangani bisa menyebabkan gangguan belajar di kemudian hari,” ujar Prof Rini.
Selain berdampak pada kualitas tidur, obesitas juga berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh. Menurut Prof. Rini, masih ada anggapan keliru bahwa anak dengan tubuh gemuk memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dibandingkan anak dengan berat badan normal.