JAKARTA, iNews.id – Bau mulut atau halitosis sering menjadi masalah yang dialami banyak orang saat menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini biasanya muncul karena berkurangnya produksi air liur akibat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam.
Berkurangnya air liur membuat bakteri di dalam mulut berkembang lebih cepat sehingga memicu aroma tidak sedap. Tak jarang kondisi tersebut membuat seseorang merasa kurang percaya diri ketika berinteraksi atau beraktivitas dengan orang lain selama berpuasa.
Dilansir dari Nation Health Service UK, bau mulut dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya mengonsumsi makanan atau minuman dengan aroma menyengat, masalah pada gigi dan gusi, puasa atau diet ketat, mulut kering, radang amandel, gangguan asam lambung, hingga kebiasaan merokok.
Sebab itu, menjaga kebersihan mulut menjadi langkah penting untuk mencegah bau mulut saat menjalankan ibadah puasa. Salah satu cara yang paling dianjurkan adalah rutin membersihkan gigi dan mulut minimal dua kali sehari.
Saat berpuasa, waktu terbaik untuk menyikat gigi adalah setelah sahur dan setelah berbuka puasa atau sebelum tidur. Kebiasaan ini membantu membersihkan sisa makanan serta mengurangi bakteri di dalam mulut yang bisa memicu bau tidak sedap.
Selain menyikat gigi, penting juga untuk membersihkan sela-sela gigi menggunakan sikat interdental atau benang gigi setidaknya sekali sehari. Cara ini membantu mengangkat sisa makanan yang tidak terjangkau oleh sikat gigi biasa.