5 Mitos dan Fakta Penyebab Keguguran, Awas Perempuan Hamil Jangan Stres

Novie Fauziah
Janin dalam kandungan. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Keguguran saat mengandung adalah pengalaman yang menyedihkan untuk orangtua, terkhusus sang ibu. Pengalaman menyedihkan itu sayangnya kerap dikaitkan dengan mitos-mitos atau prasangka buruk dari orang lain. Padahal faktanya, banyak faktor yang menyebabkan seorang ibu keguguran, khususnya saat masih hamil muda. 
 
Dilansir dari laman Health Line, Rabu (19/5/2021), ibu yang tengah hamil sebaiknya mengetahui faktor risiko, tanda, dan penyebab dari kemungkinan keguguran. Jika sang ibu sudah mengetahui sedikit banyak bisa membantu untuk lebih memahami mengapa terjadi keguguran. Diharapkan nantinya saat hamil kembali sudah bisa mencegah hal-hal yang bisa menyebab keguguran. 
 
Sayangnya, di luar sana selain fakta terkait keguguran masih ada saja mitos-mitos yang beredar. Ada anggapan yang mengatakan bahwa keguguran akan membuat mereka sulit hamil lagi. Benarkah demikian?
 
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa kesalahpahaman seputar keguguran yang sering kali dipercaya orang:
 
1. Mitos : Berkali-kali keguguran dapat mengurangi kesempatan untuk hamil kembali
Fakta: Seiring dengan jumlah keguguran yang dialami, risiko keguguran berulang pun semakin meningkat. Jika Anda memiliki riwayat keguguran lebih dari dua kali, maka kemungkinan untuk mengalami keguguran adalah 20 persen. Sementara apabila lebih dari tiga kali, kemungkinan mengalami keguguran kembali meningkat menjadi 30 persen. Jika keguguran terjadi empat kali, kemungkinan mengalami keguguran lagi menjadi sebanyak 40 persen.
 
2. Mitos: Olahraga dapat menyebabkan keguguran
Fakta: Beberapa jenis olahraga aman untuk ibu hamil. Namun, Anda disarankan untuk menghindari olahraga yang berisiko untuk jatuh, seperti berkuda, bermain sepak bola dan bola basket. Menurut penelitian di Columbia University Mailman School of Public Health, rutin berolahraga dapat menurunkan risiko keguguran sebanyak 40 perse. Tapi dengan catatan Anda memilih jenis olahraga yang tepat.


3. Mitos: Berhubungan seksual dapat meningkatkan risiko keguguran
Fakta: Pada masa ini tidak ada larangan untuk berhubungan seks saat hamil, apalagi jika kondisi kehamilan termasuk sehat. Lagi pula, janin di dalam rahim tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh plasenta, dan kontraksi rahim yang timbul saat orgasme tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan. Tapi ingat, posisinya harus aman dan nyaman bagi Anda berdua.
 
4. Mitos: Keguguran terjadi akibat ibu yang stres
Fakta: Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol sebagai pertahanan. Nah, peningkatan hormon ini dapat berpengaruh kepada perkembangan janin, bahkan bisa memicu kelahiran prematur.
 
5. Mitos: Ibu yang pernah menjalani aborsi akan mengalami keguguran pada kehamilan berikutnya
Fakta: Tindakan aborsi yang pernah dilakukan tidak memengaruhi kehamilan selanjutnya. Jika kehamilan selanjutnya memang diinginkan, lakukanlah pemeriksaan menyeluruh kepada dokter kebidanan dan kandungan saat masa persiapan kehamilan. Untuk menjaga kehamilan tetap sehat, jangan lupa memperhatikan asupan makanan. Lakukan juga konsultasi secara rutin kepada dokter kandungan Anda.
 

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kondisi Terkini Soimah usai Keguguran Anak Ketiga di Usia 45 Tahun, Tetap Bersyukur

57 tahun lalu

Soimah Keguguran Anak Ketiga di Usia 45 Tahun, Tak Sadar Lagi Hamil

57 tahun lalu

Alyssa Daguise Semprot Netizen yang Komentari Gaya Parentingnya, Beri Pesan Menohok!

57 tahun lalu

Innalillahi, Anak Kedua Ardit Erwandha dan Suci Meninggal Keguguran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal