TEHERAN, iNews.id – Iran menilai keputusan Amerika Serikat (AS) memperpanjang gencatan senjata sebagai taktik untuk mengulur waktu. Teheran menegaskan militernya berada dalam kesiapan penuh menghadapi kemungkinan konflik terbuka.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, secara sepihak mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, meski Iran menyatakan tidak pernah mengajukan permintaan tersebut. Kesepakatan sebelumnya yang berlaku selama dua pekan diketahui berakhir pada Rabu (22/4/2026).
Penasihat ketua parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menilai langkah Washington tidak relevan dan hanya menunjukkan upaya menunda konflik tanpa solusi konkret.
Ia menegaskan, Iran memandang kebijakan tersebut sebagai strategi pengulur waktu, bukan langkah menuju perdamaian.
“Keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tidak relevan. Melanjutkan blokade laut tidak berbeda dengan melancarkan serangan, sehingga respons militer diperlukan,” ujarnya, dikutip dari Sputnik.