Jokowi: Harga Beras RI Dinilai Mahal Karena Skema FOB

iNews TV
Presiden Jokowi meminta agar dilakukan perbandingan dengan harga beras yang diimpor dengan skema free on board atau FOB.

JAKARTA, iNews.id - Bank Dunia atau World Bank menyebut bahwa harga beras Indonesia tergolong tinggi di antara negara-negara lain di Asia Tenggara.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi meminta agar dilakukan perbandingan dengan harga beras yang diimpor dengan skema free on board atau FOB.

Jokowi juga meminta agar pengecekan harga ini dilakukan dengan melihat harga beras di tingkat konsumen.

Adapun harga beras FOB sendiri besarannya sekitar US$ 530-600 per ton atau sekitar Rp 8-9 juta per ton.

Indonesia sebagai importir, dalam skema FOB, harus membayar harga distribusi dari pelabuhan tempat masuknya beras ke gudang distribusi besar untuk pembeli. Jokowi memaparkan biaya distribusi atau cost freight-nya mencapai US$ 40 per ton atau sekitar Rp 606 ribu per ton.

Baca Juga: https://www.inews.id/news/nasional/jokowi-pastikan-kesejahteraan-petani-tetap-terjaga

Editor : Wahyu Triyogo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Respons Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa, Jokowi Siap Buka Ijazah Asli di Pengadilan

57 tahun lalu

PDIP Kritik Diskusi di UGM Hanya Tampilkan Pejabat Pemerintah: Mahasiswa Harus Jadi Narasumber

57 tahun lalu

Ahmad Alimuddin Sebut Anggaran MBG Hasil Efisiensi yang Dilakukan Negara, Bukan Motong Dana Pendidikan

57 tahun lalu

Ubedilah Badrun Ungkap Momen yang Membuatnya Terpanggil Ikut Demo Mahasiswa

57 tahun lalu

Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Gerindra: Keputusan Berani Berpihak ke Rakyat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal