Tarik Devisa Hasil Ekspor, Pengusaha Minta Biaya Swap Valas Rendah

Antara
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Mekanisme dan biaya swap atau sederhananya kegiatan barter valas ke rupiah dikeluhkan kalangan pengusaha karena dianggap mahal dan membebani.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan, biaya untuk swap seharusnya bisa lebih murah dari saat ini, yang sebesar 5 persen untuk tenor satu bulan dan 6 persen untuk tenor enam bulan.

"4 persen saja masih kemahalan. Sekarang kita dirayu dong supaya mau menukarkan dolar ke rupiah pada saat kita tidak membutuhkan rupiah," ujar dia di Jakarta, Rabu (8/8/2018)

Dengan premi yang mahal, menurut Benny, tidak banyak pengusaha yang menggunakan fasilitas tersebut. Di samping itu, dia mengaku beberapa eksportir menyimpan Dana Hasil Ekspor (DHE) dalam bentuk valas karena eksportir membutuhkan valas untuk belanja impor bahan baku.

Menurut Benny, secara rata-rata sudah 40 persen DHE dikonversikan ke rupiah. Benny mengusulkan agar Bank Indonesia (BI) dan pemerintah perlu selektif dalam menerapkan kebijakan untuk mendorong DHE kembali ke Indonesia dan dikonversikan ke rupiah.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Purbaya Janji Selesaikan Hambatan Investasi, Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Internasional
2 hari lalu

Trump Boyong Pengusaha Kelas Kakap AS ke China, Ada Elon Musk hingga Tim Cook

Nasional
4 hari lalu

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Eksportir Wajib Simpan Devisa di Himbara

Nasional
13 hari lalu

Di Hadapan Ribuan Buruh, Prabowo: Saya Tidak Rela Pejabat Bekerja Sama dengan Pengusaha Brengsek

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal