Sri Mulyani: BI Ikut Berbagi Beban Negara hingga 2022

Rina Anggraeni
Kemenkeu menyatakan Bank Indonesia (BI) akan menjalankan skema berbagi beban (burden sharing) terkait pembiayaan negara hingga 2022 mendatang. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan Bank Indonesia (BI) akan menjalankan skema berbagi beban (burden sharing) terkait pembiayaan negara hingga 2022 mendatang. Langkah ini diperlukan sebagai extraordinary dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19.

"Hal ini dilakukan sesuai dengan undang-undang nomor 2 tahun 2020 yang akan terus di laksanakan sampai Tahun 2022," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam acara virtual, Jumat (4/9/2020).

Dia menjelaskan, saat ini terdapat dua jenis burden sharing yang akan dilakukan bank sentral. Pertama, terkait pembiayaan Covid-19, di mana skema ini akan berakhir pada 2020. Sementara burden sharing kedua, yakni BI sebagai pembeli siaga (stanby buyer) di pasar perdana, dan inilah yang akan berlangsung hingga 2022.

“Burden sharing, di mana BI sebagai pembeli siaga atau stanby buyer melalui lelang SBN pemerintah. Itu berlangsung sampai 2022,” katanya.

Menurut Sri Mulyani, burden sharing BI hingga 2022 tersebut telah sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2020. Di mana defisit APBN diperbolehkan dalam batas diatas 3 persen dari PDB hingga 2022. Setelah itu, pemerintah akan kembali menjalankan kebijakan defisit anggaran maksimal 3 persen di 2023.

“Dengan mekanisme ini, pemerintah dan BI jaga disiplin fiskalnya, jaga kebijakan moneter dengan terus menjaga mekanisme pasar kredibel, dan menjaga kepercayaan para investor yang memegang, membeli instrumen SBN, baik secara ritel masyarakat Indonesia, maupun institusional, di dalam negeri dan global issuance,” ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Luhut soal BI Rate Naik: Fundamental Ekonomi RI Masih Oke, tapi Perlu Ada Perhatian

57 tahun lalu

BI Tingkatkan Imbal Hasil Investasi untuk Tarik Dana Asing ke RI

57 tahun lalu

Breaking News: BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen

57 tahun lalu

Cadangan Devisa RI Anjlok 1,3 Miliar Dolar AS Jadi 144,9 Miliar Dolar AS di Mei 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal