Pengamat: Deflasi Masih Bisa Terjadi Selama Covid-19 Ada

Kunthi Fahmar Sandy
Ilustrasi inflasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks harga konsumen (IHK) Juli deflasi sebesar 0,10 persen. Pengamat ekonomi Piter Abdullah menilai, deflasi di tengah wabah saat ini sudah diperkirakan. 

Menurut dia, deflasi secara teori tidak menguntungkan perekonomian Indonesia. Hal tersebut karena merefleksikan rendahnya permintaan. 

"Selain itu deflasi juga tidak memberikan insentif kepada dunia usaha untuk berproduksi," ujar Piter saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Deflasi atau inflasi yang sangat rendah masih berpotensi terjadi pada bulan depan selama wabah Covid-19 masih berlangsung. "Kalau wabahnya masih berlangsung, deflasi atau inflasi yang sangat rendah masih akan berlanjut hingga awal tahun depan," ujar dia. 

Namun, jika pada akhir tahun sudah ada berita baik terkait produksi vaksin dan sudah bisa didistribusikan, dia memperkirakan perekonomian akan cepat kembali normal. 

"Dengan begitu akan ada lonjakan konsumsi yang akan mendorong naiknya inflasi," tuturnya. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Emas Perhiasan Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, BPS: Meredam Inflasi

57 tahun lalu

Inflasi Mei 2026 Capai 0,28%, Harga BBM hingga Tiket Pesawat jadi Biang Kerok

57 tahun lalu

Gubernur BI Yakin Indonesia Bisa Lolos dari Ancaman Krisis Moneter

57 tahun lalu

OJK Beberkan 4 Penyebab IHSG Ambruk sejak Awal Tahun 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal