Pemerintah Petakan Aset untuk Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara

Rina Anggraeni
Pemerintah petakan aset untuk biaya pemindahan ibu kota negara.

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan sedang melakukan pemetaan aset-aset yang bisa menghasilkan uang untuk membantu membiayai rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim).

"Saat ini memang baru dilakukan pemetaan terhadap aset mana yang dapat dimonetisasi guna pembiayaan IKN baru," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban saat rapat bersama dengan Komisi XI DPR, Kamis (2/9/2021).

Dia menjelaskan, untuk mencari tambahan anggaran melalui aset yang dimiliki pemerintah bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, melalui pemanfaatan aset yang tersedia danmelalui pemindahtanganan aset tersebut.

Namun, dia mengakui pemerintah belum memutuskan aset mana yang akan digunakan lebih dahulu. Menurutnya, hal itu tergantung dari instansi mana yang akan pindah terlebih dahulu ke IKN baru. 

"Namun semua tergantung sikon instansi mana yang lebih dulu akan pindah ke IKN baru, sehingga nanti kita bisa memiliki rencana monetisasi," ujarnya.

Komisi XI DPR RI sebelumnya menyoroti terkait kabar kantor-kantor kementerian yang akan disewakan. Penyewaan kantor tersebut dikaitkan dengan rencana pemerintah untuk pindah ke IKN di Kaltim.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Bisnis
5 jam lalu

BTN Bukukan Laba Bersih Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025, Naik 16,4 Persen

Nasional
3 hari lalu

Purbaya Rombak Besar-besaran Pejabat Pajak: Ada yang Kerjanya Belum Lurus

Nasional
4 hari lalu

Juda Agung Akui Mundur dari Deputi Gubernur BI karena Diminta Jadi Wamenkeu

Nasional
4 hari lalu

Breaking News: Prabowo Lantik Juda Agung Wamenkeu Pengganti Thomas Djiwandono

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal