Mulai Rancang APBN 2024, Ini Sejumlah Tantangan yang Diantisipasi Pemerintah

Michelle Natalia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers usai Sidang Kabinet Terbatas, Senin (20/2/2023). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, iNews.id - Dalam sidang kabinet terbatas hari ini, Senin (20/2/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal untuk penyusunan APBN 2024. Nantinya, dari pembahasan awal ini akan dimatangkan untuk penyusunan APBN.

"Kita akan memulai dengan pembahasan sangat awal mengenai bagaimana arah kebijakan makro ekonomi dan kebijakan fiskal untuk tahun depan, yang nantinya semakin dimatangkan di dalam proses penyusunan APBN Kita dan juga akan dipresentasikan dan dikonsultasikan dengan DPR," ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers, Senin (20/2/2023). 

Dalam pembahasan hari ini, pemerintah membahas mengenai lingkungan global yang berubah secara sangat luar biasa. Untuk tahun 2023 maupun 2024, tantangan yang terjadi pada hari ini, seperti terjadinya tekanan geopolitik yang meningkat, inflasi dunia yang sangat tinggi yang menyebabkan kenaikan suku bunga global, dan munculnya atau dibukanya kembali China setelah lockdown

"Ini menimbulkan berbagai macam kemungkinan dan juga beberapa tantangan yang harus kita antisipasi. Untuk tahun depan, momentum perekonomian Indonesia yang saat ini cukup kuat akan terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik pada tahun 2022 yaitu pertumbuhan di 5,3 persen, momentumnya masih bisa tetap terjaga untuk tahun 2023 dan 2024," kata dia.

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga untuk tetap bisa tumbuh di atas 5 persen, maka inflasi di Indonesia juga harus dikendalikan. Selain itu, keyakinan dari konsumen harus dijaga, dan juga investasi dan momentumnya akan terus diperkuat. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

Breaking News: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen

57 tahun lalu

Bahlil bakal Hidupkan Lagi Program Kompor Listrik, Siapkan Anggaran Rp815,56 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal