Gaet Calon Investor, Sulsel Kembangkan Destinasi Investasi Baru

Aditya Pratama
Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang berhasil mencatat investasi di triwulan II 2020 sebesar Rp3,7 triliun. (Foto: MNC Media)

JAKARTA, iNews.id – Pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air berdampak terhadap perekonomian sejumlah daerah. Meski demikian beberapa daerah justru mampu mencatat realisasi investasi

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang berhasil mencatat investasi di triwulan II 2020 sebesar Rp3,7 triliun. Nilai tersebut meningkat hingga 270 persen dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya berada di angka Rp977 miliar.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel mencatat investasi di provinsi ini didorong oleh kinerja lima sektor. Di antaranya, sektor transportasi dengan nilai investasi sebesar Rp1,09 triliun, sektor konstruksi sebesar Rp671 miliar, sektor listrik, gas dan air sebesar Rp627 miliar, sektor pertambangan sebesar Rp534 miliar, dan sektor hotel dan restoran Rp262 miliar.

Adapun realisasi investasi Sulsel didominasi oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp3,16 triliun. Sementara untuk penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp582 miliar.

Akselerasi investasi di Sulsel ini akan dibahas dalam Market Review IDX Channel bertema “Kobar Optimisme Investasi dan Ekonomi Sulawesi Selatan” bersama Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pada Hari Selasa, 22 Desember 2020 pukul 10:00 -11:30 WIB di IDX Channel. Pembahasan menarik ini akan memaparkan strategi Sulewesi Selatan dalam menggaet investor serta promosi sejumlah potensi investasi baru di Sulsel guna menggaet investor baru.

Berdasarkan asal negara, Kanada masih menjadi negara dengan nilai investasi tertinggi yakni sebesar Rp479 miliar atau berkontribusi sebesar 82,4 persen. Lalu Australia dengan nilai investasi Rp45,35 miliar atau berkontribusi 7,8 persen. Selanjutnya, Tiongkok sebesar Rp17,25 miliar atau berkontribusi sebesar 2,9 persen.

Sebelumnya, pemerintah pusat telah mengumumkan adanya 17 perusahaan yang bakal melakukan relokasi investasi ke Indonesia. Perusahaan diketahui berasal dari Hongkong, Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan dan Jepang. Namun investor masih  melirik Jawa Barat dan Jawa tengah sebagai daerah relokasi.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!

57 tahun lalu

Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal

57 tahun lalu

Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas

57 tahun lalu

Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang dan Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal