Atasi Dampak Covid-19, AfCFTA Akan Mulai Kesepakatan Pertama di Afrika pada 2021

Djairan
Uni Afrika mengatakan kepala negara yang terhimpun dalam Kawasan Perdagangan Bebas Benua Afrika (AfCFTA) menargetkan kesepakatan komersial pertama. (Foto: Ist)

ADIS ABABA, iNews.id - Uni Afrika (UA) mengatakan para kepala negara yang terhimpun dalam Kawasan Perdagangan Bebas Benua Afrika (AfCFTA) menargetkan kesepakatan komersial pertama akan dimulai pada 1 Januari 2021. Hal tersebut seiring dengan upaya pemulihan ekonomi di tengah pukulan Covid-19.

Langkah itu juga seiring dengan upaya UA untuk menargetkan AfCFTA dapat beroperasi penuh pada tahun 2030. Jika hal tersebut terlaksana, AfCFTA akan menjadi zona perdagangan bebas terbesar di dunia berdasarkan wilayah. Terdapat pasar potensial yang akan menyatukan 1,2 miliar orang, dan Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan sebesar 2,5 triliun dolar AS (Rp37.293 triliun).

Dikutip dari Bloomberg pada Minggu (16/8/2020), sejauh ini telah terdapat 54 dari 55 negara yang diakui oleh UA telah menandatangani dan sepakat untuk bergabung dengan AfCFTA, kecuali Eritrea. Sementara 28 negara yang tergabung itu telah meratifikasi perjanjian tersebut.

Sementara itu, AfCFTA sendiri sudah mulai berlaku secara legal tahun 2019. Target transaksi pertama akan dimulai pada 1 Juli 2020, namun terpaksa ditunda karena pandemi Covid-19 memunculkan kendala dalam protokol perdagangan barang, termasuk konsesi tarif.

“Negosiasi besar ini akan kita selesaikan melalui platform diplomasi perdagangan Afrika secara virtual yang sedang dikembangkan. Platform tersebut mewadahi kemitraan antara pemerintah dan swasta di Komisi UA, dan lebih dari 20 perusahaan multinasional Afrika,” ujar juru bicara UA dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situsnya.

AfCFTA, dalam pelaksanaanya bertujuan untuk menurunkan atau menghapus tarif lintas batas pada 90 persen barang yang diperdagangkan di Afrika, memfasilitasi pergerakan modal dan orang, mempromosikan investasi dan membuka jalan bagi serikat pabean di seluruh kawasan.

Saat ini, Afrika telah tertinggal dibandingkan dengan kawasan lain dalam hal perdagangan internal. Faktanya, perdagangan intra-kontinental di Afrika hanya mampu menyumbang 15 persen dari total, dibandingkan dengan 58 persen seperti di Asia dan lebih dari 70 persen di Eropa.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
1 bulan lalu

Israel Ingin Obrak-abrik Afrika dengan Mengakui Kemerdekaan Somaliland?

Internasional
1 bulan lalu

Uni Afrika Kecam Pengakuan Negara Somaliland oleh Israel

Nasional
1 bulan lalu

Menko Airlangga Bertemu Gubernur Aceh Mualem, Bahas Penghapusan Bunga Debitur KUR Terdampak Bencana 

Nasional
2 bulan lalu

Purbaya Siapkan TKD Rp43,8 Triliun untuk Daerah Terdampak Bencana di 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal