Tak Hanya Konflik Timur Tengah, Bos BCA Beberkan Penyebab Rupiah Melemah ke Rp16.200

Anggie Ariesta
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyebut pelemahan rupiah dalam rentang Rp16.200-Rp16.300 tidak hanya karena konflik Timur Tengah. (foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, Jahja Setiaatmadja menyebut pelemahan rupiah tidak hanya karena konflik Timur Tengah. Menurutnya, melemahnya rupiah dalam rentang Rp16.200-Rp16.300 lebih ke sejumlah faktor.

"Tapi saya kurang setuju jika dikatakan itu masalah di Timur Tengah. Sebenarnya melemahnya rupiah capai Rp16.200- Rp16.300 lebih karena beberapa faktor, salah satunya di awal tahun untuk menghadapi hari raya Idul Fitri," ujar Jahja dalam konferensi pers BCA Kuartal I 2024, Senin (22/4/2024).

Jahja menilai, para pengusaha siap membeli bahan-bahan impor juga dari raw material yang harus disiapkan untuk produksi.

"Biasanya itu masa-masa Idul Fitri peningkatan akan lebih daripada normal jadi ada kebutuhan impor meningkat," tuturnya.

Di samping itu, Jahja melihat beberapa waktu lalu ada juga dampak dari investor luar negeri ke saham dan obligasi RI, sehingga itu berdampak kepada mereka yang menarik dolar keluar.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dasco Minta Masyarakat Jual Dolar AS: Minggu Depan Rupiah Menguat

57 tahun lalu

Dasco Bocorkan Pemerintah Siapkan Strategi Khusus untuk Perkuat Rupiah

57 tahun lalu

SBY Soroti Penguatan Rupiah dan IHSG: Semoga Ini Awal Pertanda Baik

57 tahun lalu

Bertemu Prabowo, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga akibat Rupiah Melemah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal