Permintaan Melonjak, Dolar AS Menguat

Suparjo Ramalan
Dolar AS menguat. (Foto: Antara)

NEW YORK, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada akhir perdagangan Jumat (22/1/2021) waktu setempat karena sentimen risiko berkurang di tengah melonjaknya infeksi Covid-19, meningkatkan permintaan untuk mata uang safe-haven.

Mengutip Xinhua, Sabtu (23/1/2021), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,13 persen menjadi 90,2400.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,2166 dolar AS dari 1,2159 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3681 dolar AS dari 1,3725 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7717 dolar AS dari 0,7761 dolar AS.

Dolar AS dibeli 103,83 yen Jepang, lebih tinggi dari 103,51 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8860 franc Swiss dari 0,8852 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2728 dolar Kanada dari 1,2628 dolar Kanada. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dasco Minta Masyarakat Jual Dolar AS: Minggu Depan Rupiah Menguat

57 tahun lalu

Dasco Bocorkan Pemerintah Siapkan Strategi Khusus untuk Perkuat Rupiah

57 tahun lalu

Purbaya Targetkan Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II 2026

57 tahun lalu

Dolar AS Tembus Rp18.100, Amran: Kita Dorong Ekspor, Termasuk Sawit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal