Dolar AS Melemah karena Imbal Hasil Obligasi Merosot

Aditya Pratama
Dolar AS melemah. (Foto: Antara)

NEW YORK, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada akhir perdagangan Selasa (9/3/2021) waktu setempat karena imbal hasil obligasi pemerintah merosot dari level tertinggi baru-baru ini.

Mengutip Xinhua, Rabu (10/3/2021), indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,39 persen menjadi 91,9548.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1900 dolar AS dari 1,1858 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3897 dolar AS dari 1,3837 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7717 dolar AS dari 0,7662 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,46 yen Jepang, lebih rendah dari 108,86 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9280 franc Swiss dari 0,9351 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,2632 dolar Kanada dari 1,2655 dolar Kanada.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun merosot menjadi sekitar 1,54 persen pada Selasa sore, dari level 1,6 persen di sesi sebelumnya. Imbal hasil obligasi AS bertenor 30 tahun turun menjadi 2,25 persen, setelah mencapai di atas 2,3 persen pada Senin. 

Biasanya, imbal hasil yang meningkat menguatkan dolar, sementara jika sebaliknya menjadi bearish bagi greenback. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Mensesneg: Fundamental Ekonomi Kita Kuat

57 tahun lalu

Purbaya soal Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS: Masih Dalam Perhitungan

57 tahun lalu

Rupiah Anjlok Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, BI Ungkap Penyebabnya

57 tahun lalu

Rupiah Tembus Rp18.000, Ketua Banggar DPR: Seharusnya Maksimal Tidak Lebihi Batas Rp17.600

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal