“Awalnya saya nasabah biasa tapi karena transaksinya banyak akhirnya saya ditawari menjadi agen BRILink. Tapi saya enggak langsung mengiyakan. Tanya dulu apa kerugian dan keuntungan ke temen-temen,” kata dia.
Setelah menimbang masukan dan memahami mekanisme kerja, Muamar akhirnya memutuskan bergabung. Kebutuhan layanan keuangan resmi di lingkungan sekitar menjadi alasan utama.
“Akhirnya saya tertarik. Karena di sini kebanyakan orang kampung dan tertarik agen resmi,” ucapnya.
Keputusan tersebut berbuah kepercayaan. Warga merasa lebih aman bertransaksi di agen resmi yang terdaftar. Arus pelanggan pun terus meningkat.
“Alhamdulillah sih masyarakat mah percaya dengan agen resmi,” tutur Muamar.
Kepercayaan serupa dirasakan Alwi, pedagang ayam goreng di Pasar Babelan. Dia rutin menyetorkan hasil dagangannya melalui BRILink milik Muamar.