Jelang Data Inflasi, Dolar AS Menghijau

Ranto Rajagukguk
Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

NEW YORK, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sebagian besar mata uang utama karena investor menunggu data ekonomi penting yang akan keluar akhir pekan ini.

Mengutip Xinhua, Selasa (14/11/2017), kekhawatiran bahwa pemotongan pajak perusahaan AS bisa tertunda sampai 2019 telah membuat greenback melemah akhir-akhir ini. Namun dolar berada di posisi yang kuat menjelang data ekonomi utama, seperti inflasi dan klaim pengangguran.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,11% menjadi 94,496 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1668 dolar AS dari 1,1660 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3116 dolar AS dari 1,3200 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia turun menjadi 0,7625 dolar AS dari 0,7659 dolar AS.

Dolar membeli 113,62 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,56 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9961 franc Swiss dari 0,9962 franc Swiss, dan mencapai 1.2728 dolar Kanada dari 1.2686 dolar Kanada.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
2 hari lalu

Terungkap! Ini Alasan Secret Service hingga FBI Ikut Uji Keaslian Dolar AS Sitaan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

3 hari lalu

Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?

3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

5 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.091 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal