Sri Mulyani Ungkap Tantangan Transisi Energi, Apa Saja?

Michelle Natalia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: tangkapan layar)

Tantangan lainnya adalah potensi kenaikan biaya hidup akibat adanya transisi energi, terutama di masa pemulihan ekonomi yang rapuh dan masih belum pulih dari pandemi Covid-19. Hal ini menjadi pilihan politik yang sulit, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga negara-negara lain.

"Pemerintah butuh banyak diskusi untuk menentukan kebijakan seperti apa yang akan dipilih kelak, tapi Indonesia sendiri sudah berkomitmen mendorong target nett zero melalui proses transisi energi," ungkap Sri Mulyani. 

Hanya saja, lanjutnya, hal ini tidaklah mudah karena transisi energi juga berdampak terhadap sektor pembiayaan. Dia menyebutkan bahwa alokasi per tahun untuk anggaran perubahan iklim rata-rata adalah Rp89,6 triliun. Angka ini mencakup 3,6 persen dari total pengeluaran pemerintah.

"Indonesia masih membutuhkan sekitar Rp3.461 triliun untuk mitigasi dan adaptasi iklim, atau Rp266 triliun per tahunnya, jadi alokasi APBN tiap tahun masih jauh dari total yang dibutuhkan. Maka dari itu, kita butuh bantuan dan dukungan dari semua pemangku kepentingan, tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya pemerintah sendiri," tutur Sri Mulyani.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alasan Chatib Basri Pulang ke RI di Tengah Isu Pergantian Menkeu: Harvard Libur

57 tahun lalu

Dipanggil Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

57 tahun lalu

Dasco Buka Suara soal Isu Chatib Basri Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

57 tahun lalu

Heboh Kabar Chatib Basri jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Mensesneg: Tidak Ada Reshuffle 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal