Rupiah Jeblok, Produsen Perkecil Ukuran Tempe

Christina Natalia
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Kenaikan harga dolar Amerika Serikat (AS) mulai dirasakan para produsen tempe. Pasalnya, harga kedelai impor semakin mahal.

Nurohim, pedagang tempe di Pasar Johor Baru, Jakarta Pusat mengaku harus menyiasati pelemahan rupiah supaya tetap berproduksi. Salah satunya dengan cara memperkecil ukuran tempe.

Dia mengatakan, kenaikan harga dolar AS membuat harga kedelai ikut naik. Dia menyebut, jika awalnya harga kedelai naik dari Rp700.000 per kuintal menjadi Rp800.000 per kuintal. Satu kuintal setara dengan 100 kilogram.

"Kalau tempe kalau dinaikkan (harganya) enggak bisa, cuma ya tempenya dikecilin bikinnya. Kalau harga tergantung besar kecilnya. Kalau yang besar Rp50.000 kalau yang kecil Rp30.000," kata Nurohim, Kamis (6/9/2018).

Sejauh ini, kata dia, penjualan tempe masih lancar. Namun, dia berharap nilai tukar rupiah tak melemah terus menerus, sehingga harga kedelai tetap stabil.

Harga kedelai di pasar internasional sejak awal tahun sebenarnya sempat naik meski sejak pertengahan Juni 2018 turun cukup signifikan. Saat ini, harga kedelai impor berada di kisaran 8,3 dolar AS per gantang. Satu gantang setara 3,125 kg.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
13 jam lalu

Purbaya: Saya Sebal Sama yang Bilang gegara Fiskal Rupiah Jeblok!

Nasional
1 hari lalu

BI Pantau Ketat Bank dan Perusahaan yang Banyak Beli Dolar AS!

Nasional
1 hari lalu

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, RI Siap Terbitkan Panda Bond di China

Nasional
2 hari lalu

INACA Desak Revisi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat imbas Kenaikan Avtur-Pelemahan Rupiah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal