Rugi Rp22,7 Triliun, Induk British Airways Pangkas Jumlah Penerbangan

Djairan
International Airlines Group (IAG), perusahaan induk British Airways akan mengoperasikan lebih sedikit pesawat dari yang direncanakan selama sisa tahun ini. (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - International Airlines Group (IAG), perusahaan induk British Airways akan mengoperasikan lebih sedikit pesawat dari yang direncanakan selama sisa tahun ini. Pasalnya, pandemi Covid-19 terus menekan permintaan hingga berujung kerugian.

Grup maskapai tersebut hanya akan menerbangkan maksimal 30 persen dari penerbangan normal dibandingkan tahun lalu. Langkah itu muncul ketika perusahaan melaporkan kerugian 1,3 miliar euro (Rp22,7 triliun) pada kuartal III tahun ini, dibandingkan laba 1,4 miliar euro pada periode tahun lalu.

Grup yang juga memiliki maskapai penerbangan Iberia dan Aer Lingus itu mencatat pendapatan pada periode dari Juli-September turun 83 persen, menjadi 1,2 miliar euro dibandingkan 7,3 miliar euro tahun lalu. Maskapai sedang berjuang menghadapi krisis karena anjloknya trafik perjalanan.

"Permintaan keseluruhan tidak berkembang seperti yang diharapkan, karena lockdown yang diperketat oleh banyak pemerintah Eropa sebagai langkah penanganan terhadap gelombang kedua infeksi Covid-19," ujar juru bicara IAG, dikutip dari BBC Jumat (23/10/2020).

Awal bulan ini, maskapai berbiaya rendah Inggris, EasyJet, juga memperkirakan kerugian lebih dari 885 juta euro tahun ini, kerugian tahunan pertama dalam sejarahnya. Maskapai membatasi penerbangan tidak lebih dari 25 persen dari kapasitas normal di tahun depan.

Tak jauh berbeda, pekan lalu Ryanair juga memotong jadwal penerbangan dan membatasi operasi hanya 40 persen dari kapasitas tahun lalu. Maskapai yang berfokus di Asia, Cathay Pacific, juga membatasi penerbangan maksimal setengah dari kapasitas normal untuk tahun depan akibat Covid-19.    

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
11 hari lalu

Maskapai Penerbangan Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1 Persen Mulai 2027

1 bulan lalu

Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 

1 bulan lalu

Rupiah Anjlok, Maskapai Penerbangan Masuk Survival Mode hingga Pangkas Rute Tak Efisien

4 bulan lalu

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal