JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah melebur tujuh perusahaan pelat merah di sektor konstruksi atau karya ke dalam tiga klaster. Rencana tersebut dinilai logis dari segi bisnis.
Pengamat BUMN dari Datanesia Institute, Herry Gunawan menuturkan, konsolidasi tujuh BUMN karya bukan semata-mata menuntaskan masalah keuangan yang ada saat ini, tetapi juga berorientasi jangka panjang.
”Memang sudah sepatutnya dikonsolidasikan. Kenapa? Karena semuanya bermain pada wilayah yang sama, sehingga ada kanibalisme, predatory pricing,” ujar Herry, Jumat (20/6/2024).
Menurutnya, keputusan penting yang diambil pemegang saham tidak sekadar menyelamatkan perusahaan yang kondisi keuangan sedang tidak baik-baik saja, seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan Waskita Karya (Persero) Tbk.
”Pemerintah sudah punya pengalaman, coba berapa integrasi yang sudah dilakukan pemerintah. Benchmarking pada integrasi yang sukses, jangan mengulang kesalahan pada integrasi yang sampai sekarang masih menimbulkan masalah,” kata dia.