Menperin Ajak Perusahan Kimia Jepang Investasi di Indonesia, Jamin Ketersediaan Bahan Baku

Heri Purnomo
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Humas Kemenperin)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak perusahaan-perusahaan kimia Jepang untuk mengembangkan usahanya di Indonesia. Menurutnya, peluang pengembangan industri kimia di Tanah Air sangat terbuka lebar.

Selain itu, pasar di dalam negeri untuk bahan dan barang kimia juga cukup besar, serta didukung kemudahan regulasi dalam berinvestasi.

Hal itu disampaikan Agus saat kunjungan kerjanya ke Jepang dengan melakukan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan kimia terbesar di Negeri Sakura, yakni AGC Inc, Mitsubishi Chemical Group, dan KAO Chemical. 

“Kemenperin berkomitmen untuk terus mendukung industri kimia dalam bentuk ketersediaan bahan baku dan harga gas industri yang terjangkau. Kami mengharapkan perusahaan-perusahaan kimia asal Jepang di Indonesia dapat memaksimalkan utilisasinya dan meningkatkan daya saing agar dapat memperluas pasar ekspor,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip, Rabu (29/6/2022).

Pada kesempatan tersebut, CEO AGC Inc, Yoshinori Hirai menyampaikan permintaan dukungan untuk ketersediaan bahan baku garam industri yang saat ini sudah masuk ke dalam Neraca Komoditas, serta dukungan pemerintah Indonesia terkait pengamanan pasokan dan harga untuk bahan baku dan energi. 

Menanggapi hal tersebut, Menperin menjelaskan bahwa  Indonesia telah menetapkan harga gas sebesar 6 dolar AS/MMBTU (Million British Thermal Unit) bagi tujuh industri tertentu, termasuk industri petrokimia dan industri kaca.

Sejak tahun 2020, perusahaan AGC Inc di Indonesia, yakni PT Asahimas Chemical dan PT Asahimas Flat Glass telah menerima harga gas yang telah ditetapkan.

“Dengan dukungan tersebut, kami harap PT Asahimas Chemical dapat mengoptimalkan pemanfaatan produksi dan meningkatkan daya saing sehingga dapat memperluas pasar ekspornya sehingga terus berkontribusi positif pada neraca perdaganan Indonesia,” kata dia.

Agus mengatakan, dalam upaya menggenjot daya saing industri nasional, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain memfasilitasi pemberian insentif fiskal seperti tax allowance, tax holiday dan super deduction tax. Terlebih, industri kimia merupakan satu dari tujuh sektor yang menjadi prioritas pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Buletin
3 hari lalu

Iran Bombardir Tel Aviv dan Yerusalem, Pabrik Kimia Terbesar Israel Terbakar Hebat

Nasional
3 hari lalu

Prabowo Undang PM Jepang Sanae Takaichi ke Indonesia: Kami akan Sambut Hangat

Nasional
3 hari lalu

Prabowo Ungkap Hasil Pertemuan dengan PM Jepang, Perkuat Kerja Sama Energi-Keamanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal